BAB II PEMBAHASAN
HADIST DALAM MASA KEENAM (DARI AWAL
ABAD KE-IV
HINGGA TAHUN 656 H)
(Masa Tahdzib, Istikhraj, menyusun Jawami’, Zawa-id dan Athraf)
A. Mutaqaddimin dan Mutaakhirin
Ulama-ulama hadist dalam abad kedua dan ketiga, digelari “mutaqaddimin”, yang mengumpulkan hadist
dengan semata-mata berpegang kepada usaha sendiri dan pemeriksaan sendiri;
dengan menemui para penghafalnya yang tersebar disetiap pelosok dan menuju
negara Arab, Parsi dan lain-lainnya.
Maka setelah abad ketiga berlalu bangkitlah pujangga-pujangga abad
keempat. Ahli abad keempat ini dan seterusnya digelari “mutaakhirin”. Kebanyakan hadist yang mereka kumpulkan, adalah
petikan atau nukilan dari kitab-kitab mutaqaddimin itu, sedikit saja dari
padanya yang dikumpukan dari usaha mencari sendiri kepada para penghafalnya.
Ahli hadist sesudah abad ke tiga tidak banyak lagi yang
mentakhrijkan hadist. Mereka hanya berusaha mentahdzibkan
kitab-kitab yang telah ada, menghafalnya dan memeriksa sanad yang ada
didalam kitab-kitab yang telah ada itu.
Dalam abad keempat ini lahirlah fikiran mencukupi dalam
meriwayatkan hadist dengan berpegang kepada kitab saja, tidak melewat ke sana
ke sini lagi.
Menurut riwayat, Ibnu Mandah, adalah ulama yang terakhir yang
mengumpulkan hadist dengan jalan lawatan.
Para ulama hadist berderajat-derajat kedudukannya. Ada di antara
mereka yang dapat menghafal 100.000 hadist, yang karena itu mereka dinamai “hafidh”, Ada yang menghafal 300.000
hadist, dan mendapat nama “hujjah” sedangkan
yang lebih dari jumlah itu digelari “hakim”.
Adapun Al Bukhary, Muslim, Ahmad, Sufyan Ats Tsaury dan Ishaq
Ibnu Rahawaih dikalangan mutaqaddimin dan Ad Daraquthny dikalangan mutaakhirin
digelari “Amiru’l-Mu’minin fi’l-Hadist”.
Dengan usaha-usaha Al Bukhary, Muslim dan Imam-imam lain itu,
seluruh abad ke tiga, terkumpullah jumlah yang sangat besar dari hadist-hadist
yang shahih. Sedikit sekali hadist-hadist shahih yang tak terkumpul dalam
kitab-kitab ahli hadist abad ke tiga, yang diusahakan mengumpulkannya oleh
ahli-ahli hadist abad ke-empat.
B. Kitab-kitab yang mengumpulkan
hadist-hadist shahih yang tidak terdapat dalam kitab-kitab shahih abad ke tiga
(kitab enam)
1. Ash Shahih, susunan Ibnu Khuzaimah
2. At Taqsim wal anwa’, susunan Ibnu
Hibban
3. Al Mustadrak, susunan Al Hakim
Akan tetapi perlu ditegaskan bahwa kitab yang tiga buah ini
tidak sama derajatnya. Yang tertinggi dari ketiga kitab ini, ialah: Shahih Ibnu
Khuzaimah. Di bawahnya, shahih Ibnu Hibban dan dibawahnya, shahih Al Hakim.
Kemudian perlu diketahui bahwa hadist yang perlu di Shahihkan
oleh Ibnu Hibban sendiri, tak dapat terus diterima, karena beliau ini
dipengaruhi oleh sifat bermudah-mudah dalam menshahihkan hadist.
Demikian juga halnya dengan hadist-hadist yang hanya di
shahihkan oleh Al Hakim.
Kata setengah ulama: “Hadist-hadist yang hanya di tashihkan Al
Hakim sendiri, hendaklah diperiksa lebih dulu, jangan terus dipergunakan.
Sesudah diperiksa, barulah diberikan hukum shahih kalau hasan, menurut kehendak
putusan penyelidikan yang sehat dan jujur serta hati-hati”.
Adz Dzahaby, seorang Imam hadist telah mengoreksi dengan teliti
hadist-hadist yang di tashihkan oleh Al Hakim. Pergunakanlah kitab Adz Dzahaby
dalam berhujjah dengan hadist-hadist Al Hakim ini.
4. Al Shahih, susunan Abu ‘Awanan
5. Al Muntaqa, susunan Ibnu Jarud
6. Al Mukhtarah, susunan Muhammad ibn
Abdul Wahid Al Maqdisy
Dalam kitab-kitab yang enam ini, kita memperoleh hadist-hadist
yang shahih yang tidak terdapat dalam kitab-kitab Shahih yang disusun oleh ahli
abad ke tiga: oleh kitab enam itu.
C. Cara Menyusun Kitab-kitab Hadist
1. Kitab-kitab Shahih dan Sunnah, disusun dengan dasar membagi kitab-kitab itu kepada beberapa
kitab dan tiap-tiap kitab dibagi kepada beberapa bab: umpamanya bab thaharah –
bab wudhu – bab shalat dan seterusnya. Maka tiap-tiap hadist yang berpautan
dengan thaharah dimasukkan ke dalam bab thaharah, demikian selanjutnya.
2. Kitab Musnad, disusun
menurut para perawi pertama, perawi yang menerima dari Rasul. Maka segala
hadist yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, umpamanya, diletakkan dibawah nama Abu
Bakar.
Tegasnya,
nama perawi yang menjadi titel bab mencari sesuatu hadist dalam kitab ini amat
sulit. Akan tetapi dengan terbitnya kitab “Miftah kunuzi As-Sunnah”, “Al
Mu’jamul Mu-fahras” dan “Taisirul Manfa’ah”, kesukaran ini menjadi hilang.
3. Ibnu Hibban, menyusun
kitabnya dengan jalan membagi hadist kepada lima bagian:
Pertama - bagian
suruhan
Kedua - bagian
tegahan
Ketiga - bagian
khabar
Keempat - bagian
ibadat
Kelima - bagian
af’al (pekerjaan)
Mencari
hadist dalam kitab ini membutuhkan waktu yang panjang.
4. Ada juga penyusun yang menyusun
kitabnya secara kamus, memulainya dengan hadist yang berawalan a-i-u, kemudian
yang berawalan b, demikian seterusnya, seperti kitab Al Jami’ush Shaghir
susunan As Sayuthy.
D. Masa memperbaiki susunan
kitab-kitab Hadist
Di atas telah diterangkan bahwa Az Zuhry telah mulai membina
perbendaharaan hadist dalam permulaan abad ke dua, yang kemudian secara
berangsur-angsur disempurnakan oleh ahli-ahli abad kedua, ketiga dan keempat.
Pada akhir abad keempat itu, selesailah pembinaan hadist,
cukuplah terkumpul seluruh hadist yang diterima dari Nabi dengan berbagai-bagai
jalan dalam buku-bukunya yang sudah diterangkan, dan terhentilah kesungguhan
yang telah diberikan
1. Tabrizy dan kitab itu dinamai
Misykatul-Mashabih. Di antara yang mensyarahkan Al Misykah ini, ialah Al
Baidlawy (685).
2. Jami’ul Masanid wal Alqab, oleh
Abdur Rahman Ibn Ali Al Jauzy 597). Kitab ini telah diterbitkan isinya oleh Al
Muhibbu’th-Thabary (964).
3. Bahrul Asanid, oleh Al Hafidh Al
Hasan ibn Ahmad Al Samarqandy (491 H). Didalam nya terdapat 100.000 buah
hadist.
Diantara kitab-kitab yang
mengumpulkan kitab-kitab hadist hukum ialah:
1. Muntaqal Akhbar, oleh Majduddin ibn
Taimiyah Al Harrany (652), yang telah disyarahkan oleh Asy Syaukany (1250),
dalam kitabnya Nailul Authar
2. As Sunanul Kubra oleh Al Baihaqy
(458)
3. Al Ahkamus Sughra, oleh Al Hafidh
Abu Muhammad Abduh Haq Al Asybily (Ibnu Kharrat) (458)
4. Umdarul Ahkam, oleh Abdul Ghany Al
Maqdisy (600), yang telah di syarahkan oleh Ibnu Daqiqil’Id, dalam kitab
Ihkamul Ahkam.
Diantara kitab-kitab yang
mengumpulkan hadist-hadist targhib dan tarhib, ialah:
Al Targhib wal Tarhib oleh
Al Mundziry (656).
Dalam masa ini pula timbul
usaha menyusun kitab-kitab Athraf, yaitu: kitab yang hanya menyebut sebagai
hadist kemudian mengumpulkan seluruh sanadnya, baik sanad sesuatu kitab ataupun
sanad dari beberapa kitab.
Diantara kitab Athraf,
ialah:
1. Athrafu ‘sh-Shahihain, oleh Ibrahim
Ad Dimasyqy (400)
2. Athrafu ‘sh-Shahihain, oleh Abu
Muhammad Khalf ibn Muhammad Al Wasithy (401)
3. Athrafu ‘sh-Shahihain, oleh Abu
Nu’aim Ahmad Ibn Abdillah Al Ashfahany (430)
4. Athrafu ‘sh-Sunanil Arba’ah, oleh
ibn Asakir Ad Dimasyqy (571), yang dinamai dengan Al Isyraf ‘ala Ma’ri fatil
Athraf
5. Athrafu ‘I-Kutubi Sittah, oleh
Muhammad ibn Tahir Al Maqdisy (507)
Kitab ini
telah ditertibkan isinya oleh Al Hafidh Syamsuddin Muhammad ibn Ali Ibnul
Husain Al Husainy (765).
E. Kitab-kitab Istikhraj dan Istidrak
Diantara usaha-usaha yang lahir dalam masa ini, ialah: usaha-usaha istikhraj.
Istikhraj ialah: mengambil sesuatu hadist dari Al Bukhary Muslim
umpamanya, lalu meriwayatkannya dengan sanad sendiri, yang lain dari sanad Al
Bukhary atau Muslim itu. Dan kadang-kadang para mustakhrij meninggalkan
hadist-hadist yang terdapat dalam Al Bukhary atau Muslim karena tidak
memperoleh sanad sendiri.
Kitab-kitab itu dinamai kitab-kitab mustakhrij.
Banyak ulama telah berusaha menyusun istikhraj terhadap Shahih
Bukhary dan Shahih Muslim dan lain-lain.
Diantaranya ialah: Mustakhraj Shahih Al Bukhary oleh Al Hafidh
Al Jurjany
Mustakhraj Shahih Al Bukhary, oleh Al Hafidh Abu Bakr Al Barqany
(425 H).
Mustakhraj Shahih Al Bukhary, oleh Al Hafidh Ibnu Mardawaih (416
H).
Mustakhraj Shahih Al Bukhary, oleh Al Ghatrify (377 H)
Mustakhraj Al Harawy (378 H).
Dan diantara mustakhraj Shahih Muslim, ialah:
Mustakhraj Shahih Muslim, oleh Al Hafidh Abu ‘Awanah (316 H).
Mustakhraj Shahih Muslim, oleh Al Hafidh Abu Bakr Muhammad Ibnu
Raja.
Mustakhraj Shahih Muslim, oleh Al Hafidh Al Jauzaqy (388 H).
Dan Mustakhraj yang mengistikhrajkan Shahih Bukhary dan Muslim,
ialah:
Mustakhraj Al Bukhary dan Muslim oleh Hafidh Muhammad Ibn Ya’qub
yang terkenal dengan nama Ibnu Akhram.
Mustakhraj Al Bukhary dan Muslim oleh Abu Dzar Al Harawy (343
H).
Mustakhraj Al Bukhary dan Muslim, oleh Al Khallal (439 H).
Mustakhraj Al Bukhary dan Muslim, oleh Abu Nu’aim Al Asbahany
(430 H).
Mustakhraj Al Bukhary dan Muslim, oleh Abu Bakr ibn Abdan As
Sizary (388 H).
Mustakhraj Sunan Abu Daud, oleh Muhammad Ibn Abdil Malik.
Mustakhraj Sunan At Turmudzy, oleh Abu ‘Ali Ath Thusy.
Mustakhraj Al Hakim, oleh Abdul Fadli Al Traqy.
Dan di antara usaha-usaha yang lahir pula dalam masa ini, ialah usaha istidrak.
Istidrak, ialah: mengumpulkan hadist-hadist yang memiliki
syarat-syarat Bukhary dan Muslim atau syarat salah seorangnya yang kebetulan
tidak diriwayatkan atau di shahihkan oleh beliau-beliau ini.
Kitab-kitab ini mereka namai: jitab mustadrak.
Diantaranya:
Al Mustadrak, oleh Al Hakim.
Al Ilzamat, oleh Ad Daraquthny
Al Mustadrak, oleh Abu Dzar Al Harawy.
F. Kitab-kitab Sunnah yang termasyhur
dalam abad keempat.
1.
Al Mu’jamal Kabir susunan
Ath Thabarany
2.
Al Mu’jamal Ausath susunan
Ath Thabarany
3.
Al Mu’jamal ‘sh-Shaghir susunan
Ath Thabarany
4.
Al Mustadrak susunan
Al Hakim
5.
Al Shahih susunan
Ibnu Khuzaimah
6.
Al Taqsim wal Anwa’ susunan
Abu Hatim Ibnu
Hibban
7.
Al Shahih susunan
Abu ‘Awanah
8.
Al Muntaqar susunan
Ibnu s-Sakan
9.
Al Sunan susunan
Ad Daraquthny
10. Al Mushannaf susunan Ath Thahawy
11. Al Musnad susunan Ibnu Nasher Al Razy
Ibnu
Mundzir
12. Al Muntaqa susunan Qasim ibn Ashbagh
13. Al Musnad susunan Ibnu Jami’ Muhammad
Ibnu
ahmad
14. Al Musnad susunan Muhammad ibn Ishaq
15. Al Musnad susunan Al Khuwarizmy
16. Al Jam’ubaini ‘as-Shahihain susunan
Muhammad ibn Abdil-
lah Al
Jauzaqy.
G. Kitab-kitab yang lahir dalam abad
kelima
As sunnah
Al-kubra, merupakan kitab yang paling
terkenal dalam abad ke lima. Kitab ini disusun oleh Al Imam Al Baihaqy (458 H),
sebuah kitab hadist hukum yang luas dan baik serta mendapat perhatian yang
besar dari para ulama.
Kitab Ibnu sh’-Shalah: “Tak ada sebuah kitab hadist yang lebih
lengkap dan mengandung hadist-hadist hukum dari pada sunan ini”.
Kitab ini diterbitkan di India, dengan disertai fihris nama-nama
sahabat dan tabi’in.
Al Baihaqy mempunyai juga sebuah kitab hadist lagi, yang
dinamai: As Sunanu’sh-Shughra.
Dan diantara kitab yang diusahakan oleh ulama abad kelima yang
mengumpulkan hadist-hadist yang terdapat dala Al Bukhary/Muslim, kitab-kitab
enam dan lain-lain, antara lain ialah:
1. Al Jami’baina ‘sh-Shahihain, susunan Ismail ibn Ahmad yang terkenal dengan nama Ibnu Furat
(414 H).
2. Al Jami’baina ‘sh-Shahihain, susunan Muhammad Ibn Abi Nashr Al Humaidy Al Andalusy (448 H).
3. Bahrul Asanid, susunan
Al Hafidh Al Hasan Ibn Ahmad Al Samarqandy (419 H). Di dalamnya dikumpulkan
100.000 buah hadist dengan tertib yang baik.
4. ‘Umdatul Ahkam, susunan
Al Hafidh Abdul Ghany Abu Abdil Wahid Al-Maqdisy (600 H). Didalamnya
dikumpulkan hadist hukum yang disepakati oleh Al Bukhary/Muslim. Kitab ini
telah disyarahkan secara ringkas oleh Ibnu Daqiqil’-Id, yang bernama: Ahkamul
Ahkam.
5. Al Ahkamu ‘sh-Shughra, susunan Abu Muhammad Abdul Haq yang terkenal dengan nama Ibnul
Kharrat.
H. Kitab-kitab yang Lahir dalam abad
keenam
1. Al Jami’u bani ‘sh-Shahihain,
susunan Muhammad ibn Ishaq Al Asyabily (583 H.).
2. Tadriju ‘sh-shihah,susunan abdul
hasan Muhammad ibn Razim ibn Mu’awiyah Al Sarqasthy (535 H). Kitab ini
disempurnakan dengan diberi syarah ringkas, istimewa mengenai lafal-lafal
hadist oleh Al Imam Ibnu Atsir Al Jazairy Asy Syafi’y. Kitab syarah ini dinamai
Jami’ul Ushul. Alhamdulillah kitab ini telah dicetak di Mesir pada masa
akhir-akhir ini dengan ditahqiqkan oleh Al Ustadz Muhammad Hamid Al Faqy.
Kitab ini
melengkapi kitab-kitab Imam Al Bukhary – Muslim – Abu Daud – At Turmudzy – An
Nasa-y dan Al Muwaththa’.
Kitab ini
telah dikhisarkan oleh beberapa ulama. Di antaranya Ibnu Daiba’ Asy Syaibany Az
Zabidy (944 H) dalam kitabnya: Taisiruh Wushul ila Jami’al Ushul.
Untuk
menyempurnakan isi Al Jami’ ini telah berusaha Abu Bakr Thahir Muhammad Ibn
Ya’qub Al Fairuzabady (818 H), menyusun kitabnya Thasilul Wushul ilal ahadist
Az Zaidah ‘ala Jami’il Ushul.
Jika ada
pada kitab-kitab Jami’ dan Thasil ini boleh kita anggap bahwa kita seakan-akan
telah menyimpan segala kitab hadist.
3. Al Jami’u baina sh-Shahihain
susunan Muhammad Ibn Ishaq Al Asybily, (583 H).
4. Al Jami’u Baina sh-Shahihain,
susunan Abdul Haq ibn Abdir Rahman Al Asybily yang terkenal dengan nama Ibnu
Kharrat.
5. Mashabihu ‘sh-Sunnah, susunan Al
Imam Husain Ibn Mas’ud Al Baghawy (516 H). Didalamnya terkumpul 4484 buah
hadist yang shahih, dan Hasan serta diterangkan hadist-hadist yang tidak dapat
dijadikan hujjah. Kitab Al Mashabih ini dapat perhatian besar. Kitab ini telah
disempurnakan oleh Muhammad Ibn Abdullah Al Khatib At Tabrizy dalam tahun 737
H. Dan dinamai Mishkatul Mashabih yang telah di syarahkan oleh beberapa orang
ulama.
I. Tokoh-tokoh Hadist dalam masa
keenam
1. Ibnu Khuzaimah
2. Al Hakim
3. Ibnu Hibban
4. Ad Daraquthny
5. Ath Thabarany
6. Al Qasmy ibn Qatlubagha
7. Ibnu ‘s-Shakan
8. Ath Thahawy
9. Al Baihaqy
10. Ismail Ibn Ahmad Ibnul Furat
11. Muhammad Ibn Nashr Al Humaidi
12. Al Baghawy
13. Muhammad ibn Ishaq Al Asybily
14. Ahmad Ibn Muhammad Al Qurtuby (Ibnu
Hujjah)
15. Razin Ibn Muawiyah Al ‘abdary As
Sarqasty
16. Ibnul At Sir Al Jazary
17. Abdur Rahman Ibnul Jauzy
18. Al Hasan ibn Ahmad As Samarqandy
19. Abdul Ghany ibn Abdul Wahid Al
Makdisy
20. Abdul Adhim ibn Abdul Qawy Al
Mundziry
21. Ibrahim ibn Muhammad Al Maqdisy
22. Abi Muhammad Khalf ibn Muhammad Al
Wasithy
23. Abu Nu’aim Ahmad ibn Abdillah Al
Ashbahany
24. Ibnu Asakir
25. Syamsuddin ibn Muhammad Al Husainy
HADIST
DALAM MASA KETUJUH (656 H – SEKARANG).
A. India dan Mesir memegang peranan penting
dalam Perkembangan Hadist
Mulai dari masa Baghdad di hancurkan oleh Hulagu Khan,
berpindahlah kegiatan perkembangan Hadist ke Mesir dan India. Dalam masa ini
banyaklah kepala-kepala pemerintahan yang berkecimpung dalam bidang ilmu hadist
seperti Al Barquq.
Disamping itu tak dapat dilupakan usaha ulama-ulama India dalam
mengembangkan kitab-kitab hadist. Banyak benar kitab-kitab hadist yang
terkembang dalam masyarakat ummat Islam dengan usaha penerbitan yang dilakukan
oleh ulama-ulama india. Merekalah yang menerbitkan kitab ‘ulumul Hadist’ karangan Al Hakim.
Pada masa akhir-akhir ini berpindah pula kegiatan itu ke daerah
kerajaan Saudi Arabia.
B. Jalan-jalan yang ditempuh dalam
masa ini
Jalan-jalan yang ditempuh oleh ulama-ulama dalam masa yang
ketujuh ini, ialah: menertibkan isi kitab-kitab hadist, menyaringnya dan
menyusun kitab-kitab takhrij, serta membuat kitab-kitab Jami’ yang umum,
kitab-kitab yang mengumpulkan hadist hukum, mentakhrijkan hadist-hadist yang
terdapat dalam beberapa kitab, mentakhrijkan hadist-hadist yang terkenal dalam
masyarakat dan menyusun kitab Athraf.
Di antara kitab-kitab yang disusun dalam periode ini, ialah:
1. Kitab-kitab Zawaid
Dalam periode ini barulah ulama mengumpulkan hadist-hadist yang
tak terdapat dalam kitab-kitab yang sebelumnya kedalam sebuah kitab yang
tertentu. Kitab-kitab itu mereka namai: Kitab
Zawaid.
Diantara kitab Zawaid yang terkenal ialah:
1. Kitab Zawaid sunan Ibnu Majah
(yakni hadist-hadist yang diriwayatkan oleh ibnu Majah yang tiada terdapat
dalam kitab-kitab yang lain).
2. Kitab Ith-haful Maharah bi zawaidil
Masanidil ‘Asyrah.
3. Kitab Zawaid As Sunanil Kubra,
yaitu hadist-hadist yang tak terdapat dalam kitab enam.
Ketiga
kitab ini disusun oleh Al Bushiry (840 H).
4. Kitab Al Mathalibul ‘Aliyah fi
Zawaidil Masanadi ‘I-Tsamaniyah, susunan Al Hafidh Ibnu Hajar (852 H).
5. Majma’uz Zawaid, susunan Al Hafidh
Nuruddin Abul Husain Al-Haitsamy (807 H).
Dan
banyak lagi kitab-kitab zawaid yang lain.
2. Kitab-kitab Jawami’ yang umum
b. Kitab Jamiul Masanid Was Sunnan Al
Hadi i Akwami Sanan, karangan Al Hafidh ibn Katsir (774 H).
c. Jamiul Jawami’, susunan Al Hafidh
As Sayuthy, (911 H).
3. Kitab-kitab yang mengumpulkan hadits-hadits hukum
a. Kitab Al Imam fi ahaditsil Ahkam,
susunan Ibnu Daqiqil ‘Id (702 H)
b. Kitab Taqribul Asanid Wa Tartibul Masanid,
susunan Zainuddin Al ‘Iraqy (806 H).
c. Kitab Bulughul Maram min Ahaditsil
Ahkam, oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalany (852 H).
4. Kitab-kitab Takhrij
a. Takhrij Ahadist Tafsir Al Kasysyaf,
karangan Al Zayla’y (762 H)
b. Al Khafisi Syafi’ Takhriji Ahadidsy
Kasysyaf oleh ibnu Hajar Al Asqalany. Dalam kitab ini ditakhrijkan
hadist-hadist yang lupa ditakhrijkan oleh Al Zaila’y
c. Takhrij Ahadidsil Syarah Maanil
Atsar karangan Ath Thahawy. Kitab ini dinamai Al Hawy
d. Takhrij Ahadidsil Baylawy, oleh
Abdul Rauf Al Manawy
e. Tuhfatur Rawy Fi Takhriji Ahadidsil
Baidlawy oleh Muhammad Hammad Zadah (1175 H).
f. Takhtij Ahadidsil Azkhar oleh ibn
Hajar Al Asqalany
g. Takhrij Ahadidsil Mishbah Wal
Misykhah yang dinamai Hijayatur Ruwah Ila Takhriji Ahadidsil Mashabih Wal
Misykhah
h. Manahilus Safa Fi Takhriji Ahadidsi
Syifah oleh As Sayuthy
i. Takhrij Ahadist min Hajil Ushul
oleh As Subhqy dan Ibn Mulaqqin dan oleh Zainuddin Al Iraqy
j. Takhrij Ahadist Mukhtashar.
Karangan ibnul Hajib, ibnu Hajar, Ibnul Mulaqqin dan Muhammad Ibn Abdil Hadi
(704 H)
k. Takhrih Ahadidsil Hidayah fi fiqhil
Hanafiyah’ oleh Jamaluddin Al Zaila’y yang dinamai Nashbur rayah li ahaditsil
Hidayah
l. Ad Dirayah fi Muntakhaby Takhriji
Ahaditsil Hidayah oleh ibn Hajar
m. Takhrij ahaditsil ihya oleh
Zainuddin Al ‘iraqy
5. Kitab-kitab Takhrij Hadist yang terkenal dalam maysarakat
a. Al Maqasidul Hasanah, oleh As
Sakhawy
b. Tashilus Subul ila Kasyfillibas,
oleh ‘izzuddin Muhammad Ibn Ahmad Al Khalili (507 H)
c. Kasyful Khafak Wa Muzilul Albas,
oleh Hafidh Al Ajaluny (1162 H). Kitab ini amat bermanfaat
6. Kitab-kitab Athraf
a. It-Haful Maharah biathrafil
‘asyarah, oleh ibnu Hajar Al Asqalany
b. Athraful Musnad Al Mu’taly bi
Athrafil Musnadil hambaly, oleh Ibn Hajar
c. Athraful Ahadidsul Mukhtarah, oleh
ibn hajar Al Asqalany
d. Athraful Musnadil firdaus ditulis
oleh Ibnu Hajar
e. Athraful Shahih ibn Hibban oleh Al
‘iraqy
f. Athraful Masanidyl Asyarah oleh
Syihabuddin Al Bushiry
C. Tokoh-tokoh Hadist dalam masa ini
1. Az Zahaby (748 H)
2. Ibnu Saiyidinas (734 H)
3. Mughlathai (862 H).
D. Kitab-kitab Hadist yang disusun dalam
abad ke 7 H
1. At Tharghib
2. Al Jami’ baynash Shahihain
3. Muntaqal Akbar fil Ahkami
4. Al mukhtarah
5. Riyadlus Shalihin
6. Al Arbain
E. Kitab-kitab hadist yang disusun
dalam abad ke 8 H
1. Jami’ul Masanid was Sunan Al Hadi
ila aqwami sanan susunan Al Hafidh Ibnu Katsir (774 H)
2. Al Imam fi ahaditsil Ahkam, susunan
Al imam Ibnu Daqiqil ‘Ied (702 H). Kitab ini telah disyarahkan oleh
pengarangnya dalam kitabnya Al Imam.
F. Kitab-kitab yang disusun dalam abad
ke 9 Hijrah.
1. Ith-haful Khiyar bi zawaidil
masanidil asyrah, susunan Muhammad ibn Abu Bakar Al Baghawy (804 H).
2. Bulughul Marami, susunan Al Hafidh
Al Asqalany.
3. Majma’uzzawaid wa Mamba’ul fawaid,
susunan Al Hafidh Abil Hasan ‘Ali ibn Bark ibn Sulaiman Asy Syafi’y Al Haitamy
(1303 H).
G. Kitab-kitab yang disusun dalam abad
ke 10 Hijrah.
1. Jam’ul Jawami’, susunan Al Hafidh
As Sayuthy.
2. Al Jami’ush Shaghir min Ahaditsil
Basyirin Nadzir, susunan As Sayuthy.
3. Lubabul Hadist, oleh As Sayuthy
Kitab ini
telah disyarahkan oleh Muhammad Nawawy dalam kitab Tanqihul Qaulil Hadist.
BAB III
PENUTUP
KESIMPILAN
Dalam abad keempat ini lahirlah fikiran mencukupi dalam
meriwayatkan hadist dengan berpegang kepada kitab saja, tidak melewat ke sana
ke sini lagi.
Menurut riwayat, Ibnu Mandah, adalah ulama yang terakhir yang
mengumpulkan hadist dengan jalan lawatan.
Para ulama hadist berderajat-derajat kedudukannya. Ada di antara
mereka yang dapat menghafal 100.000 hadist, yang karena itu mereka dinamai “hafidh”, Ada yang menghafal 300.000
hadist, dan mendapat nama “hujjah” sedangkan
yang lebih dari jumlah itu digelari “hakim”.
Dan Jalan-jalan yang ditempuh oleh ulama-ulama dalam masa yang
ketujuh ini, ialah: menertibkan isi kitab-kitab hadist, menyaringnya dan
menyusun kitab-kitab takhrij, serta membuat kitab-kitab Jami’ yang umum,
kitab-kitab yang mengumpulkan hadist hukum, mentakhrijkan hadist-hadist yang
terdapat dalam beberapa kitab, mentakhrijkan hadist-hadist yang terkenal dalam
masyarakat dan menyusun kitab Athraf.
DAFTAR PUSTAKA
Ash, Shiddie, Hasbi, 1993, Sejarah
dan Pengantar Ilmu Hadist, Jakarta: Pt. Bulan Bintang, cetakan ke-11.
Ichwan, Mohammad Nor. 2013.
Membahas Ilmu-Ilmu Hadis. Semarang: Rasail Media Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar