اَللَّهُمَّ عَظِمْ رَغْيَتِى فِى الْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ
نُوْرًالِبَصَرِىْ وَشِفَاءًلِصَدْرِىْ وَذَهَابًا لِهَمِّىْ وَحُزْنِىْ. اَللَّهُمَّ
زَيِّنْ بِهِ لِسَانِى وَجَمِّلْ بِهِ وَجْهِى وَقَوِّ بِهِ جَسَدِى وَثَقِّلْ بِهِ
مِيْزَانِى وَرْزَقْنِى حَقَّ تِلَاوَتِهِ, وَقَوِّنِى عَلَى طَا عَتِكَ آَنَاءَاللَّيْلِ
وَاَطْرَافَ النَّهَارِوَاحْشُرْنِى مَعَ النَّبِىِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَاَلِهِ الْاَ خْيَارِ.
Senin, 18 Desember 2017
sholawat tahrim
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا إِمَامَ الْمُجَا
هِدِيْن يَا رَسُوْلَ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا نَاصِرَ الْهُدَى
يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai
makhluk yang terbaik
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا نَا صِرَ الْحَقِّ
يَا رَسُوْ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
يَا مَنْ أَسْرَى بِكَ الْمُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ مَانِلْتَ
وَالْأَنَا مُ نِيَامُ,
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari
Dialah Yang Maha Melindungi Engkau memperoleh
apa yang kauperoleh sementara semua manusia tidur
وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّى كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ
وَاَنْت الْإِمَامُ,
Semua penghuni langit melakukan shalat di
belakangmu dan engkau menjadi imam
وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا, وَسَمِعْتَ
النِّدَاءَ عَلَيْكَ السَّلَامُ,
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha
karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam
atasmu
يَا كَرِيْمَ الْأَخْلَاقِ, يَا رَسُوْلَ الله,
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
صَلَّى اللهَ عَلَيْك, وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَا بِكَ أَجْمَعِن.
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan
sahabatmu
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا إِمَامَ الْمُجَا
هِدِيْن يَا رَسُوْلَ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا نَاصِرَ الْهُدَى
يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk
yang terbaik
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك, يَا نَا صِرَ الْحَقِّ
يَا رَسُوْ اللهِ
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْك
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
يَا مَنْ أَسْرَى بِكَ الْمُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ
مَانِلْتَ وَالْأَنَا مُ نِيَامُ,
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari
Dialah Yang Maha Melindungi Engkau memperoleh
apa yang kauperoleh sementara semua manusia tidur
وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّى كُلُّ مَنْ فِى
السَّمَاءِ وَاَنْت الْإِمَامُ,
Semua penghuni langit melakukan shalat di
belakangmu dan engkau menjadi imam
وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا, وَسَمِعْتَ
النِّدَاءَ عَلَيْكَ السَّلَامُ,
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha
karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam
atasmu
يَا كَرِيْمَ الْأَخْلَاقِ, يَا رَسُوْلَ الله,
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
صَلَّى اللهَ عَلَيْك, وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَا بِكَ
أَجْمَعِن.
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan
sahabatmu
PENGERTIAN DAN FUNGSI ADMINISRTASI PENDIDIKAN
MAKALAH
PENDIDIKAN
Diajuakan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Administrasi Dan Supervisi Pendidikan
Disusun Oleh
Kelompok 4
Alfi Syahrin
Arfiani. S
Ajah Rahmah
PAI/V/C
Dosen Pengampu:
Dra.
Sri Mulyati. MA
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM
AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
T.A.
2017/ 2018
BAB
II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
DAN FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
A.
Pengertian
Administrasi Pendidikan
Administrasi
pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu,
baik baik personel, spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan
pencapaian tujuan pendidikan. Jadi, di
dalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlanbat di dalam proses pencapaian
tujuan itu diintegrasikan, diorganisasikan dan dikoordinasikan secara efektif,
dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara
efisien.[1]
Dapertemen pendidikan dan kebudayaan
RI dikatakan bahwa administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan,
kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoornasian, pengawasan, pembiayaan, dan
pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik
personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efesien[2]
Hadari Nawawi menjelaskan bahwa
administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau seluruh proses
pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan
secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu,
terutama berupa lembaga pendidikan.[3]
Dari bebrapa definisi admisistrasi
pendidikan yang telah dikemukakan diatas ternyata bahwa di dalam setiap
kegiatan administrasi terdapat beberapa unsure yang selalu kait-mengait satu
sama lain.
Beberapa unsur pokok didalam
administrasi yang dimaksud ialah:
1. Adanya
sekelompok manusia (sedikitnya dua
orang)
2. Adanya
tujuan yang hendak dicapai bersama.
3. Adanya
tugas/fungsi yang harus dilaksanakan (kegiatan kerja sama)
4. Adanya
peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.
Semua unsur tersebut harus diatur dan
dikelola sedemikian rupa sehingga mengarah kepada tercapainya tujuan pendidikan
yang telah ditentukan.[4]
B. Menajemen
Dan Administrasi Pendidikan
Istilah
Menajemen hampir sama artinya dengan administrasi pendidikan ialah Menajemen.
Hanya dewasa ini istilah Menajemen lebih terkenal dan umum dipakai di dalam
dunia perusahaan/ekonomi dari pada di dalam dunia pendidikan.
Kata
“menajer” kita artikan “kepala sekolah” atau “pemimpin” pendidikan yang lain;
kata “penyaluran” (menyalurkannya) kita artikan kemana anak didik kita itu kita
arahkan supaya dapat bekerja (sekolah kejuruan) atau untuk dapat melanjutkan
kesekolah lebih tinggi; dalam hal ini menyangkut soal tujuan pendidikan. Dengan
demikian maka keseluruhan definisi menajemen tersebut pada prinsipnya
mengandung arti yang sama dengan administrasi pendidikan.
Demikian
pula fungsi-fungsi pokok yang biasa dibicarakan dalam menajemen perusahaan seperti,
planning, organizing, actuating/staffing,
commanding/deregting, coordinating, controlling/suvervision, communicating,
dan sebagainya. Juga merupakan fungsi-fungsi pokok administrasi pendidikan.
Dengan demikian, makin jelas bagi kita bahwa kata menajemen dan administrasi
pendidikan keduanya dapat untuk menjelaskan pengertian yang bersamaan.[5]
C. Administrasi
Pendidikan Dan Administrasi Sekolah
Ngalim Purwanto, berpendapat bahwa administrasi pendidikan
mengandung pengertian lebih luas dari pada administrasi sekolah. Administrasi
sekolah merupakan bagian dari administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan
meliputi keguatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan pendidikan
disuatu Negara atau bahkan pendidikan pada umumnya. Sedangkan administrasi
sekolah kegiatan-kegiatannya terbatas pada pelaksanaan pengelolaan pendidikan
di sekolah sehingga kita mmengenal adanya administrasi sekilah dasar,
administrasi sekolah lanjutan, administrasi perguruan tinggi dan sebagainya.
Semua itu termasuk di dalam dan merupakan bagian dari administrasi pendidikan.
Meskipun demikian, karena sekolah merupan lembaga yang
didalam kegiatan-kegiatannya secara langsuang menagani. Subjek didik atau anak
didik yang pada hakikatnya merupakan subjek yang dikenai sasaran tujuan
pendidikan, maka titik berat pembicaraan tentang runang lingkup administrasi
pendidikan pada umumnya ditekankan pada kegiatan-kegiatan yang menyangkut
sekolah seperti kepemimpinan kepala sekolah, supervisi terhadap guru-guru,
bimbingan terhadap siswa, dan sebagainya[6].
D. Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
Ruang lingkup
administrasi pendidikan sangat luas, meliputi sekalian usaha, proses tindakan
penyelenggaraan, pelayanan, bimbingan, pengaturan dan mengawasi semua personal
yang terlibat dalam kegiatan administrasi, termasuk pula masalah kepemimpinan,
bagaimana sikap dan sifat seseorang pemimpin yang dikehendaki dalam pendidikan
type-type kepemimpinan nama yang sesuai, syarat-syarat apa yang diperlukan
sebagai seorang pemimpin yang baik[7].
Menurut
Ngalim Purwanto, ruang lingkup admnistrasi pendidikan dikelompokkan kepada
tujuh kelompok, yakninya:
1. Admnistrasi tatalaksana sekolah
2. Administrasi guru dan pegawai
sekolah
3. Admnistrasi muurid/ siswa
4. Admnistrasi supervise pengejaran
5. Administrasi pelaksanaan dan
pembinaan kurikulum
6. Administrasi perencanaan dan
pendirian bangunan sekolah
7. Administrasi hubungan sekolah dan
masyarakat[8].
Menurut
Hadari Nawawi, ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi bidang-bidang
kegiatan sebagai berikut:
1. Manajemen administrasi. Bidang
kegiatan ini bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok
kerjasama mengerjakan hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai.
2. Manajemen operatif. Kegiatan ini
bertujuan mengarahkan dan membina agar dalm mengerjakan pekerjaan yang menjadi
beban tugas masing-masing, setiap orang melaksanakannya dengan tepat dan benar.[9]
E.
Pentingnya Administrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan atau
administrasi sekolah tidak hanya menyangkut soal-soal tata usaha sekolah, tapi
menyangkut semua kegiatan sekolah. Yang harus diatur sehingga menciptakan
suasana yang memungkinkan terselenggaranya kondisi-kondisi belajar mengajar
yang baik sehingga mencapai tujuan pendidikan.
Tanpa administrasi dan kepemimpinan
yang baik, sulit kiranya bagi sekolah untuk berjalan lancar menuju kearah
tujuan pendidikan dan pengajaran yang seharusnya dicapai sekolah itu. Banyak
sekali peristiwa dan kesulitan serta hambatan yang mungkin terjadi tanpad
diduga sebelumnya, yang mengharuskan guru-guru dan kepala-kepala sekolah
memikul tanggung jawab dan mengambil kebijakan. Suatu sekolah dapat berjalan
baik dan berarah jika setiap tahun sekolah itu menentukan dan membuat dahulu rencana
dan kebijakan (policy) yang akan dijalankan pada tahun itu; juga
informasi-informasi yang menunjukkan bagaimana rencana dan kebijakan itu dapat
dilaksanakan dengan baik hendaknya dikumpulkan. Rencana atau program dan
kebijakan sekolah hendaknya selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan masyarakat dan pembaharuan pendidikan[10].
F.
Fungsi Administrasi Pendidikan
Fungsi administrasi pendidikan meliputi:
1.
Planing atau perencanaan.
Perencanaan merupakan kegiatan awal
yang harus dilakukan dan juga merupakan persiapan dalam kegiatan administrasi,
dan dianggap syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga baik perorangan
maupun kelompok.[11]
Rancangan yang disusun dalam konteks
pendidikan menurut Dr. Hadari Nawawi meliputi:
a. Perumusan tujuan yang hendak dicapai
b. Penentuan bidang/ fungsi unit
sebagai bagian-bagian yang akan melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan
c. Menetapkan jangka waktu yang
diperlukan
d. Menetapkan metode atau cara mencapai
tujuan
e. Menetapkan alat yang dapat
dipergunakan untuk meningkatkan efesiensi pencapaian tujuan
f. Merumuskan rencana evaluasi atau
penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan.
g. Menetapkan jumlah dan sumber dana
yang diperlukan.[12]
Dengan
demikian rancangan kegiatan administrasi pendidikan yang harus dirumuskan mencakup
7 faktor:
a. Faktor tujuan
b. faktor bidang/ bentuk kegiatan
c. faktor metode
d. faktor alat
e. faktor penilaian faktor dana[13]
2.
Organizing atau pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah aktivitas
penyusunan, pembentukan hubungan kerja antara orang-orang/ organ-organ sehingga
terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau
penyusunan bagian-bagian yang terpisah sehingga terjadi suatu kesatuan dan
tindakan untuk mencapai tujuan tersebut.[14]
Dalam langkah pengorganisasian ini, ada dua
hal pokok yang menjadi perhatian:
a.
Penciptaan mekanisme atau tata kerja, seirama dengan pola
struktur organisasi yang dibuat-ditetapkan.
b.
Penentuan dan pendistribusian kerja yaitu, penyebaran dan
pembagian tugas/pekerjaan sekaligus pelaksanaan-pelaksanaan beserta kewenangan
dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh masing-masing anggota/ staf
pengurus organisasi.[15]
3.
Fungsi Penggerakan atau Actuation.
Aktuasi artinya menggerakkan
orang-orang dalam organisasi agar mau bekerja dengan penuh kesadaran secara
bersama-sama mencapai tujuan yang diharapkan.[16]
4.
Controlling atau Pengawasan.
Pengawasan
merupakan kegiatan-kegiatan dan tindakan-tindakan untuk mengamankan
rencana dan keputusan yang telah dibuat atau yang sedang dilaksanakan.[17]
Dalam buku Ahmad Sabri dijelaskan
dalam bagian supervisi, bahwa setiap pelaksanaan daripada program pendidikan
memerlukan adanya pengawasan atau supervisi.[18]
Selanjutnya ditambahkan fungsi
administrasi pendidikan dalam buku Ahmad Sabri adalah pengarahan, koordinasi,
dan evaluasi. Pengarahan maksudnya member bimbingan dan petunjuk yang diberikan
sebelum kegiatan pelaksanaan dilakukan, untuk memelihara, menjaga dan
mengajukan organisasi melalui orang-orang yang terlibat, baik secara structural
maupun fungsional agar setiap kegiatan yang dilakukan nanti tidak terlepas dari
usaha pencapaian tujuan pendidikan.[19]
Koordinasi adalah mengsingkronkan
dan meluruskan semua kegiatan unit dapertemen/satuan organisasi menuju
tercapainya tujuan/hasil akhir yang sama, koordinasi menyangkut semua orang,
kelompok unit organisasi dan semua kegiatan dalam setiap organisasi dimana
orang bekerjasama. Tanpa koordinasi terjadi pemborosan uang, tenaga dan waktu
yang sangat banyak.[20]
Evaluasi adalah untuk mengetahui
berhasil atau tidaknya suatu program. Jadi, evaluasi sebagai fungsi
administrasi pendidikan, pendidikan adalah aktifitas-aktifitas untuk menentukan
sampai dimana hasil dan tujuan-tujuan pendidikan itu telah tercapai.[21]
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari
uarian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa administrasi adalah semua kegiatan
yang dilakukan secara bersama-sama untuk mewujudkan tujuan yang telah
ditetapkan. Selanjutnya pengertian administrasi pendidikan adalah tindakan
mengkoornisasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada
dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara
produktif atau dengan kalimat lain dapat disimpulkan bahwa administrasi
pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan di instansi pendidikan secara
beersama-sama untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.
Secara
umum tujuan administrasi pendidikan adalah untuk meningkatkan efesiensi dan
efektifitas penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan dalam mencapai
tujuan pendidikan. Adapaun yang menjadi tujuan utama pendidikan adalah untuk
mengembangkan kepribadian dan kemampuan peserta didik agar menjadi warga Negara
yang memiliki kualitas, sesuai dengan cita-cita bangsa berdasarkan pancasila.
Adapun
manfaat administrasi pendidikan adalah sangat banyak, namun dapat disimpulkan
bahwa manfaat administrasi pendidikan adalah mempermudah pencapaian tujuan
pendidikan, dengan administrasi pendidikan semua yang diinginkan dalam
pendidikan mudah untuk dicapai.
Selanjutnya
fungsi administrasi pendidikan adalah dapat dikategorikan fungsi perencanaan,
pengorganisasian, pengerakan, pengawasan, pengarahan, dan fungsi evaluasi dalam
bidang pendidikan.
Kemudian
berkaitan dengan perkembangan teori administrasi dibagi menjadi dua macam,
administrasi tradisional dan administrasi transisional.
B. SARAN
Penulisan makalah yang berjudul “Pengertian
Dan Fungsi Administrasi Pendidikan” ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu
besar harapan penulis untuk mengkritisi makalah ini, baik dari
segi isi maupun dari segi penulisan makalah.
Selanjutnya, mudah-mudahan makalah ini dapat dimanfaatkan
oleh semua pembaca dan dapat dimanfaatkan. Atas kritik dan saran dari pembaca,
penulis ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, 2005, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Rineka
Cipta.
Nawawi Hadari, 1997, Administrasi Pendidikan, Jakarta:
Gunung Agung.
Purwanto Ngalim,
2014, Administrasi Dan Supervisi
Pendidikan, Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Sabri Ahmad, 2000, Administrasi Pendidikan, Padang: IAIN IB
Press.
[1] Ngalim
Purwanto, Administrasi Dan Supervisi
Pendidikan, (Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), hlm.3
[2] Daryanto,
Administrasi Pendidikan, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2005), hlm. 8
[3] Hadari
Nawawi, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1997), hlm. 11
[4] Op.
Cit., Ngalim Purwanto, hlm, 5
[5]
Ibit hlm, 6
[6] Ibit hlm, 8
[7] Ahmad
Sabri, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2000), hlm, 10.
[8] Loc.cit, Ngalim Purwanto, hlm 11
[9] Op.
Cit. Hadari Nawawi, hal. 14
[10] Loc.cit, Ngalim Purwanto, hlm 14
[11] Op.
Cit. Asnawir, hal. 14
[12] Op.
Cit., Hadari Nawawi, hal. 18
[13] Op.
Cit., Ahmad Sabri., hal. 14
[14] Op.
Cit., Asnawir, hal. 22
[15] Op.
Cit., Ahmad Sabri, hal. 15
[16] Op.
Cit., Asnawir, hal. 28
[17] Ibid.
hal. 32
[18] Op.
Cit., Ahmad Sabri, hal. 16
[19] Ibid.
hal. 16
[20] Ibid.,
hal 17
[21] Ibid.,
hal 19-20
Langganan:
Postingan (Atom)
